Jakarta — Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Cawang meminta DPRD DKI Jakarta mengawal pemenuhan sejumlah fasilitas pelayanan dasar di wilayahnya, mulai dari pembangunan puskesmas permanen hingga SMP Negeri. Aspirasi tersebut disampaikan saat LMK Cawang beraudiensi dengan Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS, Abdurrahman Suhaimi, di ruang Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (9/9/2026).
Salah satu kebutuhan yang disoroti ialah pembangunan Puskesmas permanen. LMK Cawang menilai keberadaan fasilitas kesehatan tersebut mendesak karena Puskesmas Kelurahan Cawang selama ini kerap menempati bangunan sewaan dan beberapa kali berpindah lokasi. Kondisi tersebut dinilai perlu segera ditangani agar masyarakat Cawang memperoleh akses pelayanan kesehatan yang lebih optimal, layak, dan berkelanjutan.
Selain fasilitas kesehatan, LMK Cawang juga meminta pembangunan SMP Negeri di wilayah tersebut dikawal hingga tuntas. Kehadiran sekolah negeri dinilai penting untuk memperluas akses pendidikan yang layak dan terjangkau bagi masyarakat Cawang.
Dalam audiensi tersebut, rombongan LMK Cawang yang berjumlah 10 orang juga menyampaikan aspirasi terkait pelaksanaan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber. Mereka menilai kewajiban masyarakat untuk memilah sampah dari sumber perlu diimbangi dengan dukungan sarana dan prasarana dari pemerintah. Dukungan tersebut antara lain berupa tempat sampah terpilah, sistem pengangkutan, serta fasilitas pengolahan sampah.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Abdurrahman Suhaimi menyatakan siap menindaklanjutinya melalui koordinasi dengan pihak terkait.
“Prinsipnya, apa yang disampaikan oleh rekan-rekan semua merupakan aspirasi masyarakat yang harus kita perjuangkan bersama. Terkait pembangunan puskesmas, tentu kita akan dorong agar Cawang memiliki fasilitas kesehatan yang permanen dan memadai,” ujar Suhaimi.
Mengenai pembangunan SMP Negeri, Suhaimi juga menyatakan komitmennya untuk mengawal proses tersebut.
“Untuk SMP Negeri, ini juga akan kita kawal. Kita akan komunikasikan dengan dinas terkait dan memastikan prosesnya berjalan tuntas. Jangan sampai masyarakat dikecewakan,” katanya.
Sementara terkait pengelolaan sampah, Suhaimi menegaskan kebijakan pemilahan sampah dari sumber harus dibarengi kesiapan infrastruktur.
“Kalau masyarakat diminta memilah sampah dari sumber, maka pemerintah juga harus hadir menyediakan sarana dan prasarana pendukungnya. Tempat sampah terpilah, sistem pengangkutan, sampai pengolahan harus dipastikan tersedia dan berjalan,” tuturnya.
Suhaimi menambahkan, dirinya akan terus membuka ruang koordinasi dengan LMK dan unsur masyarakat Cawang untuk mengawal berbagai aspirasi tersebut, baik dalam proses penganggaran maupun kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
