HomeBeritaMemperkuat Peran Sosial dan Spiritual, BPUKB PKS Jaktim Gelar Pelatihan Tahlil dan...

Memperkuat Peran Sosial dan Spiritual, BPUKB PKS Jaktim Gelar Pelatihan Tahlil dan Dzikir

JAKARTA TIMUR – Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jakarta Timur pada Ahad, 16 November 2025, menjadi saksi dari semangat spiritual dan sosial yang tinggi.

Sebanyak 200 peserta dari berbagai kecamatan memadati lokasi untuk mengikuti Pelatihan Tahlil dan Dzikir yang diselenggarakan oleh Bidang Pembinaan Umat dan Kerukunan Beragama (BPUKB). Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran kader PKS dalam membersamai masyarakat, khususnya di momen-momen spiritual dan saat menghadapi musibah.

​Ketua DPD PKS Jakarta Timur, Triyono Mukti, mengapresiasi tingginya antusiasme peserta sebagai indikasi bahwa amalan tahlil dan dzikir adalah bagian integral dari keseharian umat.

​“Tingginya antusiasme ini adalah bukti bahwa kegiatan tahlil dan dzikir masih sangat melekat dalam keseharian umat. Tugas kader PKS bukan hanya soal hadir secara fisik, tetapi juga secara batin saat masyarakat membutuhkan dukungan spiritual—terutama ketika terjadi musibah atau duka. Kita harus mampu membersamai masyarakat di momen-momen yang paling sunyi,” tegas Triyono Mukti dalam sambutannya.

​Di sesi pembekalan, Ustadz Saiful Anwar, memberikan pemahaman mendalam tentang hakikat tahlil dan dzikir dalam tradisi Islam dan budaya religius masyarakat Indonesia.

​“Tahlil dan dzikir adalah bahasa ketenangan yang dipahami oleh setiap hati. Kader PKS harus memahami ini sebagai sarana dakwah bil qudwah (keteladanan)—menguatkan, menenangkan, dan menghadirkan harapan bagi masyarakat,” jelas Ustadz Saiful Anwar.

​Dari sisi teknis, Ustadz Syahrul dari pengurus BPUKB menuturkan bahwa pelatihan ini merupakan respons atas kebutuhan riil di lapangan. Banyak masyarakat yang secara kultural masih mengandalkan tokoh lingkungan atau kader PKS untuk memimpin kegiatan keagamaan, terutama saat terjadi duka.

​“Tahlil dan dzikir bukan hanya ritual, tetapi bentuk kepedulian sosial. Kader yang mampu membimbing tahlilan adalah kader yang mampu hadir dan membawa keteduhan dalam duka masyarakat. Dan kehadiran itu sangat berarti bagi mereka,” ungkap Ustadz Syahrul.

​Sepanjang kegiatan, suasana khidmat dan penuh ruhiah terasa dominan. Acara ditutup dengan praktik bersama tahlil dan dzikir, menegaskan bahwa peran kader PKS adalah untuk membawa manfaat, keteduhan, dan solusi bagi masyarakat di setiap situasi.

​BPUKB PKS Jakarta Timur berharap, melalui kegiatan ini, semakin banyak kader yang siap terjun ke masyarakat, menebar kebermanfaatan, dan memperkuat komitmen “Kader hadir bukan untuk dilihat, tetapi untuk dirasakan kehadirannya.”

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini