Diantara hamba beriman yang dipanggil Allah adalah para wali yang dekat dengan-Nya. Mereka dari golongan hamba biasa, namun karena amalan yang luar biasa, menjadikannya hamba pilihan Allah.
Selama ini kita salah persepsi, bahwa para wali Allah adalah hamba pilihan pada generasi terdahulu saja. Namun ternyata mereka adalah hamba-hamba pilihan Allah dari berbagai generasi hingga akhir jaman.
Akan senantiasa muncul para wali Allah yang Allah ridhai dan menolongnya.
Allah mendeklarasikan perang bagi yang memusuhi para wali Allah ini.
Siapa gerangan yang mendapatkan keistimewaan sedemikian rupa ini?. Apakah di antara kita mendapatkan predikat ini?.
Ternyata mungkin, kita sangat memungkinkan menjadi para wali Allah ini, ternyata saratnya hanya dua:
Pertama, mendekatkan diri kepada Sang Maha Dekat dengan menunikan amalan yang diwajibkan.
Prioritas utamanya adalah yang fardhu, tidak terbalik, getol melaksankaan yang sunah tetapi yang wajib justru luput. Rajin shalat tarawih berjamaah tetapi shalat wajib lima waktunya sering bolong dan terlewat.
Wali Allah sangat ketat menjaga yang wajib, shalat wajib, puasa wajib, zakat wajib, nafkah wajib, dan semua amalan yang diwajibkan syariat agama Islam.
Kedua, berlomba lomba meniti jejak langkah Nabi dengan mengamalkan yang sunah.
Para wali Allah tidak mencukupkan diri dengan amalan wajib, tetapi sangat tamak menunaikan setiap jejak langkah sosok panutan terbaik yaitu baginda Nabi Muhammad SAW.
Amalan sunah ini baginya sebagai ibadah nafilah (ibadah tambahan), untuk menyempurkan amalan wajib yang kurang dan tidak sempurna. Menghiasi detik-detik malamnya dengan bermunajat kepada Sang Maha Dekat sebagai ibadah tambahan dengan berharap penuh Allah menempatkannya di kedudukan yang mulia.
Para wali Allah yang diberi petunjuk menunaikan kedua amalan ini akan mendapatkan kecintaan Allah. Apabila Allah telah mencintainya, maka ia akan mendapatkan pertolongan dan bimbingan-Nya.
Setiap ucapan dan gerak geriknya akan terjaga, yang ia ucapkan, perbuat, fikirkan, bahkan setiap langkah dan sentuhannya hakikatnya Allah selalau membersamainya.
“Aku menjadi pendengarannya setiap kali ia mendengar, Aku menjadi penglihatannya setiap kali ia melihat, Aku menjadi tangannya setiap kali ia menyentuh, dan Aku menjadi kakinya setiap ia melangkah.
Artinya setiap gerak gerik fisik dan fikirannya selalu bersama Allah.
Inilah kriteria dan sifat hamba pilihan Allah, Allah mendeklarasikan perang terhadap setiap yang memusuhinya. Jika ia meminta kapada Allah, Allah pasti kabulkan, dan jika ia berlindung kepadanya, pasti di lindungi.
Semoga Allah menganugerahkan kedekatan dan amalan ini kepada kita semua, amin ya Rabbal alamin.
Luqman Abdul Jalal



