HomeBeritaDidukung DPRD DKI, Mudik Gratis Harus Tetap Diawasi Ketat

Didukung DPRD DKI, Mudik Gratis Harus Tetap Diawasi Ketat

JAKARTA– Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta M. Taufik Zoelkifli (MTZ) menyatakan dukungannya terhadap program Mudik Gratis yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Program ini dinilai sangat membantu masyarakat, khususnya warga kurang mampu yang ingin pulang kampung namun terkendala biaya transportasi.

Menurut MTZ, program Mudik Gratis tidak hanya meringankan beban ekonomi masyarakat, tetapi juga memiliki nilai sosial karena memberi kesempatan warga berkumpul dengan keluarga di kampung halaman saat Lebaran.

“Program ini sangat berarti bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ujar anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta tersebut dari keterangannya pada Sabtu (14/3/2026).

Meski mendukung, MTZ mengingatkan agar pelaksanaan program tersebut diawasi secara ketat.

Politisi PKS ini menyoroti sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan kuota hingga potensi penyalahgunaan tiket oleh oknum tidak bertanggung jawab.

MTZ mengaku menerima keluhan dari warga yang kesulitan mendapatkan tiket saat proses pendaftaran daring.

Selain itu, muncul pula kekhawatiran adanya praktik jual beli tiket yang dapat merugikan masyarakat yang seharusnya berhak mendapatkan fasilitas tersebut.

Karena itu, dia meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan sistem pendaftaran berjalan transparan, adil, dan tepat sasaran.

Evaluasi menyeluruh juga dinilai penting agar program Mudik Gratis benar-benar dimanfaatkan oleh warga yang membutuhkan.

“Dengan pengawasan yang lebih ketat dan sistem yang terus diperbaiki, program ini akan semakin efektif dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Diketahui Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan keberangkatan 30.774 pemudik dalam program Mudik Gratis tahun ini.

Para pemudik akan diberangkatkan menggunakan 709 bus menuju berbagai daerah tujuan.

Jumlah tersebut meningkat dari rencana awal sekitar 26.000 pemudik. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan kenaikan jumlah peserta terjadi karena tingginya antusiasme masyarakat.

“Jumlah pemudiknya mengalami kenaikan. Awalnya kita perkirakan sekitar 26.000, tetapi setelah proses verifikasi jumlahnya menjadi 30.774 pemudik,” kata Pramono, Selasa (10/3).

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkini