PKS Jaktim
Home OPINI Dahsyatnya Cinta Ibu

Dahsyatnya Cinta Ibu

0
386
Yuli Rini (Penulis Komunitas Insta)

“Dan kami perintahkan kepada manusia berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku tempat kembalimu.” (QS, Luqman: 14)

Ibu .. trimester pertama hadirku dalam rahimmu rasa mual, muntah, lemas, letih dan lesu terjadi padamu. Namun kau tetap bersabar menanti hari perjumpaan bersama sulaman takdir-Nya. Kau pastikan tumbuh kembang janinmu dengan segenap ikhtiar pemeriksaan secara teratur, konsumsi vitamin, asupan nutrisi yang halal dan baik serta rapal doa yang selalu terpanjat. Berharap semua akan baik dan terjaga dalam kehangatan rahimmu hingga masanya nanti. Ya di fase trimester awal inilah masa pembentukan organ mulai semua tak lepas atas izin dan kuasa sang maha pencipta.

Ibu … kehamilanmu sudah trimester. dua. Rasa mual berganti rasa tak nyaman seperti sakit punggung, kaki kram, sakit gigi, gusi mudah berdarah. Bentuk fisikku semakin tampak jelas, jantungku mulai berdetak, gerakan-gerakan kecil mulai menyentak dinding perutmu.
Di antara masa itu di usia 16 inggu atau 4 bulan, Allah meniupkan ruh dalam ragaku melalui ragamu.
“Maka apabila telah Ku sempurnakan kejadiannya dan Ku tiupkan kepadanya ruh-Ku.”(QS: Shaad : 72).

Tidak hanya di situ, Tuhan pun mengajak “dialog” untuk meneguhkan keyakinan manusia yang di ilustrasikan dalam Qur’an surat Al A’raf ayat 172
“Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Hal ini) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lupa terhadap ini.”

Ibu .. saat Trimester tiga gerakku makin aktif kadang mungkin kontraksi. Ketidaknyamanan mendera ragamu disebabkan oleh bertambahnya ukuran bayi, perubahan hormon, seringnya rasa berkemih hingga pola istirahat terganggu, tidur tidak nyenyak dan beragam perubahan lain yang terjadi sebagai respons tubuh ibu hamil untuk mempersiapkan kelahiran bayi. Wahnan ‘ala wahnin (Al-Qur’an menggambarkannya, atau susah yang bertambah-tambah) tetapi cinta membuatmu iklhas.

Ibu … terima kasih kau dekap aku dengan cinta, doa dan balutan kasih sayang dalam hangatnya rahimmu. Sungguh inkubator sempurna anugrah sang pemberi kehidupan. Melahirkanku adalah perjuangan di atas perjuangan.

Ibu …
Apa kabar harimu? Ku
berharap engkau selalu dalam naungan kasih sayang dan keridhaan Allah Swt sebagaimana kau ridha atas kami

Ibu …
terimakasih telah menjagaku
dalam rahim kokohmu
selama sembilan bulan dalam untaian doa dan balutan kasih sayang
hingga Allah takdirkan hadirku di dunia

Ibu
Tulus cintamu laksana embun pagi, lesapkan dahaga
Petuahmu bak lentera menyibak semesta
Kadang perih, menghujam sanubari,
engkaulah madrasah pertama kami

ibu
Kini senja membingkai wajahmu, guratan perjuangan membekas di tiap jengkal ragamu.
abadi Jejakmu, arumi kisahmu,
Tak terganti sosokmu

Ibu
Doanya selalu diharapkan keridhaannya dimintakan
Salam takzim untukmu, Ibu
Kupeluk engkau dalam keheningan doa.

#Selamat Hari Ibu#
Yuli Rini
22-12-2022

Previous articleBELAJAR DARI KISAH LARA BUNDA HAWA
Next articleLibur Nataru, MTZ Dorong Agar Pemprov Waspada Miras dan LGBT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here