Hujan yang mengguyur Jakarta Timur sepanjang siang, tidak menahan niat Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, M Taufik Zoelkifli, untuk turun ke lapangan. Politisi Jakarta Timur ini, mengunjungi RW 16 Kayuputih, Kecamatan Pulogadung.
Di kawasan yang berbatasan langsung dengan tanah milik Pulomas Jaya ini, masyarakat sejak lama mengusulkan adanya sodetan kali untuk mengendalikan genangan air yang selalu terjadi tiap musim hujan. Sodetan ini, diarahkan ke irigasi utama, lalu ke Kali Sunter.
Politisi yang akrab disapa MTZ ini mengajak serta Lurah Kayuputih, Tuti Sugihastuti; perwakilan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Utami Widianingsih; dan juga perwakilan PT Pulomas Jaya, Zulkarnaen.
Gang-gang sempit di kawasan RW 16, ditelusuri. Menurut Lurah, RW 16 dan 15 ini sudah masuk dalam kawasan RW kumuh sehingga masuk dalam program prioritas dari Provinsi DKI Jakarta.
Di titik rencana penggalian sodetan, MTZ menegaskan bahwa sinergi semua pihak diperlukan.
“Dari pihak kelurahan sudah bagus, Ibu Lurah mengakomodasi keinginan masyarakat yang berulangkali disampaikan.”
“Saya juga apresiasi PT Pulomas Jaya. Sudah ada penegasan bahwa lahan perusahaan boleh digunakan tanpa batas waktu. Sekarang, tinggal eksekusinya dari Sudin SDA dan Perumahan agar masalah banjir ini cepat ditangani,” tegasnya.
Di lokasi yang direncanakan ada penggalian sodetan itu, berdiri pagar PT Pulomas Jaya dan juga beberapa rumah warga.
Perwakilan Suku Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, yaitu Kepala Seksi Perencanaan dan Pengawasan Perumahan dan Kawasan Pemukiman Jakarta Timur, Utami Widianingsih yang hadir di lokasi peninjauan, mengatakan bahwa sodetan akan dibangun sedapat mungkin tidak melewati lahan PT Pulomas Jaya.
“Regulasi yang ada menegaskan, bahwa pembangunan sodetan semacam ini tidak boleh melewati lahan milik BUMD. Lahan itu harus punya jaminan dari BUMD terkait untuk tidak digunakan dalam jangka minimal 10 tahun.” Terang Utami lagi.
“Sebab itu kita carikan dulu alur potensial yang melingkari tanah PT Pulomas Jaya.” tutupnya.
Dalam peninjauan ini, Utami sempat mengusulkan penggunaan pompa. Sebab, aliran irigasi di sepanjang Jl. Perintis Kemerdekaan, yang akan menjadi hilir dari sodetan jika tidak melintasi tanah PT Pulomas, terletak lebih tinggi.
Perwakilan masyarakat yang hadir tidak sepakat, sebab biasanya hal itu akan menyebabkan banjir tetap akan terjadi.
MTZ menjelaskan, akan mengawal persoalan ini sampai ke Komisi B DPRD DKI Jakarta, agar masyarakat cepat mendapat solusi. Ia berharap, secepatnya sodetan ini dapat dibuat agar masyarakat RW 15 dan 16 Kelurahan Kayuputih dapat bernapas lega.



