Pemprov DKI Jakarta mengganti puluhan nama jalan dengan nama tokoh Betawi. Peresmian pergantian nama jalan di DKI Jakarta ini dilakukan di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jakarta, Senin (20/6/2022).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai seluruh tokoh Betawi memiliki peran di masa lalu yang sangat berdampak bagi perjalanan kehidupan dan bisa dikenang untuk masyarakat Indonesia.
“Tokoh Betawi yang perannya di masa lalu telah berdampak kepada perjalanan kehidupan Jakarta dan Indonesia. Mereka adalah pribadi-pribadi yang kita kenang karena telah memberikan manfaat bagi sesama,” kata Anies.
Salah satu nama jalan yang diresmikan oleh Anies Baswedan adalah Jl. H. Darip yang menggantikan nama Jl. Bekasi Timur Raya.
Menurut. H. Qomarudin salah satu putra dari H.Darip, gagasan nama H.Darip untuk dijadikan nama jalan sudah mulai diusulkan sekitar tahun 60-an yang lalu oleh pihak keluarga dan beberapa organisasi atau pagayuban.
” Alhamdulillah, penamaan jalan atas nama orang tua kami H.Darip akhirnya terwujud. Untuk itu, kami atas nama keluarga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur DKI Jakarta Bapak Anies Baswedan yang telah membuat keputusan dan kami juga mengucapkan terimakasih kepada anggota DPRD DKI Jakarta dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) H.Abdurrahman Suhaimi, Lc. MA yang telah membantu proses ini sehingga Jl. H. Darip menjadi salah satu jalan yang diresmikan ” tutur H.Qomar di sela-sela acara peresmian nama jalan.
Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PKS H.Abdurrahman Suhaimi, Lc, MA mengungkapkan bahwa PKS sangat menghargai peranan putra-putri Betawi dalam perjuangan bangsa, khususnya di ranah betawi.
” Salah satu cara mengapresiasi para pejuang betawi di berbagai sektor kehidupan adalah dengan menjadikan beliau-beliau nama jalan karena selain mengenang jasa mereka, nama jalan akan menjadi pengetahuan bagi generasi muda tentang sosok-sosok pejuang dari betawi ” ungkap Suhaimi.
H. Darip merupakan salah satu ulama yang cukup melegenda yaitu Muhammad Arif atau biasa dikenal dengan Haji Darip. Bagi masyarakat Betawi di Jakarta Timur, khususnya kawasan Klender, nama Haji Darip sudah tak asing lagi. Dia dikenal sebagai ulama sekaligus pemimpin perlawanan terhadap kompeni Belanda dan Jepang yang berasal dari betawi tepatnya dari kalender.
Banyak catatan sejarah yang menyebutkan tentang peran H.Darip putra betawi asli dalam perjuangan merebut kemerdekaan. Tak heran bila nama beliau masuk dalam SK gubernur tentang peresmian nama jalan, gedung dan zona dengan nama tokoh-tokoh betawi.
Berdasarkan Keputusan Gubernur no 565 tahun 2022 tentang Penetapan Jalan, Gedung dan Nama Zona dengan Tokoh Betawi, maka nama jalan yang diganti adalah sebagai berikut :
1. Jalan Entong Gendut (sebelumnya Jalan Budaya)
2. Jalan Haji Darip (sebelumnya Jalan Bekasi Timur Raya)
3. Jalan Mpok Nori (sebelumnya Jalan Raya Bambu Apus)
4. Jalan H. Bokir Bin Dji’un (sebelumnya Jalan Raya Pondok Gede)
5. Jalan Raden Ismail (sebelumnya Jalan Buntu)
6. Jalan Rama Ratu Jaya (sebelumnya Jalan BKT Sisi Barat)
7. Jalan H. Roim Sa’ih (sebelumnya bernama Bantaran Setu Babakan Barat)
8. Jalan KH. Ahmad Suhaimi (sebelumnya bernama Bantaran Setu Babakan Timur)
9. Jalan Mahbub Djunaidi (sebelumnya Jalan Srikaya)
10. Jalan KH. Guru Anin (sebelumnya Jalan Raya Pasar Minggu sisi Utara)
11. Jalan Hj. Tutty Alawiyah (sebelumnya Jalan Warung Buncit Raya)
12. Jalan A. Hamid Arief (sebelumnya Jalan Tanah Tinggi 1 gang 5)
13 Jalan H. Imam Sapi’ie (sebelumnya Jalan Senen Raya)
14. Jalan Abdullah Ali (sebelumnya Jalan SMP 76)
15. Jalan M. Mashabi (sebelumnya Jalan Kebon Kacang Raya Sisi Utara)
16. Jalan H. M. Shaleh Ishak (sebelumnya Jalan Kebon Kacang Raya Sisi Selatan)
17. Jalan Tino Sidin (sebelumnya Jalan Cikini VII)
18. Jalan Mualim Teko (sebelumnya Jalan depan Taman Wisata Alam Muara Angke)
19.Jalan Syekh Junaid Al Batawi (sebelumnya Jalan Lingkar Luar Barat)
20. Jalan Guru Ma’mun (sebelumnya Jalan Rawa Buaya)
21. Jalan Kyai Mursalin (sebelumnya Jalan di Pulau Panggang)
22. Jalan Habib Ali Bin Ahmad (sebelumnya Jalan di Pulau Panggang)



