PKS Jaktim
Home OPINI Belajar Guyub Kepada Semut

Belajar Guyub Kepada Semut

0
929

By Cak Nash. *

Semut semut kecil saya mau tanya
Apakah kamu di dalam tanah
Punya mama papa 🎻🎼

Bergotong royong cara kerjamu
Sepotong roti dibagi-bagi
Bertemu teman selalu salaman
Semut semut lucu sekali… 🎼🎹

Itulah sepenggal syair lagu “Semut-semut Kecil”, karya Kak Nunuk yang dinyanyikan oleh Sekar Nisa. Semua pembaca mungkin pernah mendengar lagu ini. He he he… Nostalgia, nih.

Yuk, kita mengenal sebentar tentang kehidudan semut. Semut adalah binatang kecil yang masih bisa kita lihat gerak-geriknya dengan mendekatkan mata kita ke posisi keberadaanya. Bisa di dinding, lantai, meja, dan lain-lainnya. Ia adalah jenis binatang serangga yang memiliki kehidupan yang tertib. Hidupnya berkelompok di suatu tempat tertentu.

Hidupnya atas dasar kerjasama di antara anggota kelompok. Ketika mereka dihadapkan pada suatu rintangan seperti air, segera semut-semut yang muda-jantan dan memiliki badan kuat membuat jembatan dengan mengaitkan kaki mereka satu dengan yang lain. Dengan cara itu, semut yang perempuan, kecil, tua, dan lemah, bisa melewati air dengan selamat. Wuih, keren, ya!

Tahu gak, sih, itu dilakukan atas perintah dari ratu semut yang memimpin kerajaan mereka? Di antara mereka ada anggota-anggotanya yang bertugas memberikan masukan kepada ratu untuk memutuskan sesuatu, terutama jika berhadapan dengan kondisi genting.

Di kerajaan semut, yang menjadi pemimpin itu semut betina, bukan semut jantan. Mereka hanya memiliki ratu, dan tidak memiliki raja. Oh gitu, ya!

Pemandangan ini adalah hal biasa, sebab bentuk tubuh sang ratu itu besar. Adapun semut jantan, ia memiliki peranan yang kurang begitu penting dibanding semut betina.
Wah wah, kalau dalam kehidupan manusia ada wanita (istri) seperti ini, bisa bikin suami takut istri, nih. Upz! He he he…

Semut betina memiliki tugas mendidik, menjaga, dan mengawasi pertumbuhan anak-anaknya serta menyiapkan dan menyimpan persedian makanan.

Adapun yang jantan, hanya bertugas mempertahankan dan membela kehidupan mereka. Untuk itu, mereka mendapatkan imbalan dengan dipenuhinya semua kebutuhan pokok mereka, tanpa harus berpayah-payah bekerja. Semua berjalan mengikuti perintah dari ratu dan para pembantunya. Wuih, keren abis! Beda, deh.

Satu lagi nih yang menarik, interaksi yang terjadi di antara sesama semut menggunakan media komunikasi khusus. Menurut hasil suatu penelitian, terdapat bukti bahwa semut mempunyai bahasa tersendiri yang mereka gunakan untuk saling berkomunikasi di antara mereka sehingga kehidupan mereka bisa berjalan secara teratur dan tertib. Wow wow wow…..!!!

Nah, terkait ini, Nabi Sulaiman pernah mendengar perbincangan mereka ketika salah satu di antara mereka memberi komando untuk masuk ke dalam sarangnya. Saat itu Sulaiman dan tentaranya hendak melewati lembah semut, sebagaimana firman Allah berikut.

حَتّٰىٓ اِذَآ اَتَوْا عَلٰى وَادِ النَّمْلِۙ قَالَتْ نَمْلَةٌ يّٰٓاَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوْا مَسٰكِنَكُمْۚ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمٰنُ وَجُنُوْدُهٗۙ وَهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ

“Hingga ketika mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut, ‘Wahai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.’” (an-Naml [27]: 18)

Mendengar itu, Nabi Sulaiman tersenyum dan tertawa, lalu berdoa, “Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridhai, dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.” (an-Naml [27]: 18)

Lanjut sedikit lagi, ya. Di bulan Ramadan ini, yang kepada kita telah diajarkan arti penting kedisiplinan, ketertiban, dan kepedulian, tidak ada salahnya jika kita belajar banyak kepada semut.

Di dalam kehidupan semut ada kekompakan, kesolidan, koordinasi, disiplin, tertib, peduli, interaksi, taat, tolong menolong, dan lain-lain. Banget-banget, deh ah.

Sudah ya, kepanjangan, nih.

* Penulis adalah editor buku Islam.

Previous articleSekjen PKS Resmikan Grand Launching Leadership Training Program PKS Jakarta Timur
Next articleRamadhan, Antara Idealistis dan Realistis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here