PKS Jaktim
Home Berita Arahan Ketua Umum DPD PKS Jakarta Timur pada Pelantikan Anggota Madya

Arahan Ketua Umum DPD PKS Jakarta Timur pada Pelantikan Anggota Madya

0
721

Pertama, saya ingin menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya kepada para pembina UPA.
Kalaulah orang meninggal meninggalkan harta sebagai waris, dan disebut orang kaya kalau meninggalkan harta yang banyak
Maka sebagai seorang kader dakwah, maka ia disebut kaya jika ia meninggalkan rijal rijal yang banyak, yang meneruskan fikrohnya, idealismenya, perjuangannya.
Aset dakwah sejatinya adalah tetap hadirnya rijal-rijal yang mengusung idealisme dan rela berkorban untuk mewujudkannya.

Kedua, saya ingin menyampaikan bahwa kami sebagai struktur memiliki keterbatasan dalam membalas kebaikan antum, hanya Allah yang sanggup membalas, dan hanya Allah yamg mampu membalas dengan balasan berlipat dan balasan terbaik. Barokallah fiikum jamian atas kesabaran, keteguhan, keikhlasan, pengorbanan dan kasih sayang terhadap seluruh anggota madya yang dilantik sekarang. Jazakumullah khairan. Jazakumullah ahsanal jaza. Wa jazakumullah jannah

Ketiga, saya ingin mengucapkan tahniah, selamat bergabung dalam PKS sebagai anggota pelopor, sebagai anggota madya. Ini adalah salah satu terminal atau titik tolak dalam kehidupan kita. Seakan akan kita memulai lembaran hidup baru, bersama Islam dan dakwah ini, bergabung dengan sebuah komunitas kuntum khoiro ummatin ukhrijat linnas, ta’muruna bil ma’ruf wa tanhauna ‘anil munkar wa tu’minuuna billah, mengambil tanggung jawab lebih besar lagi terhadap hidup kita untuk penunaian peran yang lebih besar tidak hanya sebatas diri sendiri.

Dengan adanya pelantikan, maka ini adalah semacam pembeda dari kedudukan kita sebelumnya.
Dengan mengucapkan janji maka tentu bermuatan lebih dalam dan sakral dibandingkan sebelumnya.
Kita telah mengikatkan diri kepada aturan, organisasi dan pimpinan.. setelah sebelumnya kita melakukannya dengan kesukarelaan.

Karenanya
pertama, kita harus memahami kejelasan memgenai dakwah ini, dan apa tuntutan-tuntutannya.

Kedua, harus siap memenuhi dan menyambut seluruh ajakannya dalam penunaian tugas.
Penunaian tugas ke depan yang diawali dengan janji, pelantikan dan telah menjadikan diri sendiri untuk terikat, adalah penunaian tugas yang harus menghunjam mantap dalam diri kita menjadi keyakinan kita akan kebenaran manhajnya dan kelurusan para rijal pengusungnya.

minal mu’miniina rijaalun shodaqu ma ‘ahadullaha alaihi… fa minhum man qodho nahbahu…..

diantara mereka ada yang sudah menunaikan janjinya kepada Allah.. bertemu Allah dalam kondisi menjaga perjanjiannya.

Demikianlah mudah-mudahan para ustadz kita, guru kita, sahabat kita yang telah mendahului kita… bertemu Allah dengan segudang bukti amal tanda bahwa mereka tetap istiqomah, tetap komitmen dengan perjanjian kepada Allah Ta’ala.

Selanjutnya ini adalah peluang kesempatan untuk beramal shalih, taawun, dan fasatbiqulkhairot.

Li kulli marhalatin rijaaluha..  maka berlomba-lombalah kita meraih ridho Allah.

Previous articleHikmah Ramadhan (3) Puasa ibadah spesial
Next articleRatusan Anggota Bidang Kepanduan PKS Jakarta Timur Ikuti Sosialisasi 4 Pilar dan Lakukan Konsolidasi Internal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here