Setelah usai menunaikan kewajiban menyampaikan risalah kenabian, maka lelaki agung itu didatangi malaikat dengan memberikan dua pilihan, apakah ia ingin tetap hidup atau meninggal sekarang sambil ditunjukkan keindahan surga tempat kembalinya kelak.
Sang manusia agung itu memilih Allah, ia ingin bertemu Tuhannya. Walau menuju kematiannya melalui proses yang menyakitkan. Sakit demam karena diracun wanita Yahudi beberapa waktu sebelumnya. Sehingga ke masjid pun harus dipapah. Dan sering pingsan.
Tepat, di hari dan tanggal yang sama dengan kelahirannya, ia pergi ke haribaan Illahi. Membawa segenap kerinduan kepada Rabb-nya. Menghembuskan napas terakhirnya di pangkuan Aisyah.
Namun sebelum beliau pergi, beliau sempat tersenyum manis dari balik jendela kepada para sahabatnya yang sedang menunaikan shalat di Masjid Nabawi. Senyuman yang hampir saja membuat batal shalat para sahabat. Senyuman yang dianggap senyuman kesembuhan. Tetapi rupanya bukan. Senyum itu, senyum perpisahan.
Lelaki agung itu, salam dan sholawat untuknya. ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
——–
Ditulis di keteduhan senja..
Amin Agustin



